Pengenalan dan merangkai connector Fiber Optic
TERMINASI
KONEKTOR FO
Penjelasan dasar dan tutorial cabling :
1.1 Pokok Bahasan
·
Macam-macam konektor
·
Bagian-bagian konektor
·
Merangkai Konektor
1.2 Tujuan
Setelah melakukan praktikum ini, mahasiswa
diharapkan :
·
Dapat melakukan terminasi
dengan menggunakan konektor FC, SC, dan LC.
1.3 Dasar Teori
1.3.1 Jenis Konektor
Pada kabel
serat optik, sambungan ujung terminal dapat disebut juga dengan istilah:
konektor. Jenis-jenis dari konektor kabel fiber optic ini tersedia dalam
beberapa bentuk yang berbeda-beda tergantung kebutuhan implementasinya, dimana
biasanya memiliki tipe standar seperti berikut ini:
- FC (Fiber Connector):
digunakan untuk model kabel single-mode dengan akurasi yang sangat tinggi
dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini
menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga
ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
- SC (Subsciber Connector):
digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut-pasang.
Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual
serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
- ST (Straight Tip):
bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC.
Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode.
Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
- Biconic: Salah satu konektor
yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat
jarang digunakan.
- D4: konektor ini hampir mirip
dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada
bagian ferrule-nya.
- SMA: konektor ini merupakan
pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan
pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor
ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
- E200
Berikut adalah jenis-jenis konektor tipe kecil:
- LC
- SMU
- SC-DC
Selain itu pada bagian konektor
tersebut biasanya menggunakan warna tertentu dengan maksud sebagai berikut:
Warna Konektor
|
Arti
|
Keterangan
|
|
Biru
|
Physical Contact (PC), 0°
|
Yang paling umum digunakan untuk serat optik single-mode
|
|
Hijau
|
Angle Polished (APC), 8°
|
Sudah tidak digunakan lagi untuk serat optik multi-mode
|
|
Hitam
|
Physical Contact (PC), 0°
|
||
Abu-abu,
|
Krem
|
Physical Contact (PC), 0°
|
Serat optik multi-mode
|
Putih
|
Physical Contact (PC), 0°
|
||
Merah
|
Penggunaan khusus
|
||
Gambar 1.2 Jenis Konektor Standar FO
1.3.2 Bagian-bagian Konektor
Setiap jenis konektor tersusun oleh elemen yang berbeda-beda,
sebagai contoh konektor SC mempunyai elemen sperti ditunjukkan pada gambar 1.3
berikut,
Gambar
1.3 Bagian-bagian konektor SC
Elemen-elemen konektor SC :
a. Dust cap : penutup ferule yang berfungsi sebagai pelindung
ujung FO pada ferrule dari debu
b. Connector housing : Rumah konektor ini berfungsi sebagai selongsong
dari semua elemen SC
c. Ferrule : berfungsi sebagai tempat masukkan core dan
tempat bertemunya ujung penyambungan FO
d. Connector sub-assembly : reumahnya ferrule di pasang sering juga
disebut adapter atau coupler.
e. Relief boot : menghubungkan antara body conector dengan kabel
fiber dan memproteksi kabel fiber dari bahaya mekanis.
1.3.3.
Merangkai Konektor
Metode untuk memasang konektor fiber optik sangat bervariasi tergantung dari jenis
konektor. Sehingga pemasangan atau instalasi konektor
dengan kabel FO tidak dilakukan dengan bentuk panduan definitif, namun berikut adalah langkah-langkah yang dapat
dipakai sebagai acuan untuk
dasar-dasar interkoneksi serat optik.
a.
Potong kabel
satu inci lebih lama dari panjang yang dibutuhkan.
b.
Lepas dengan
hati-hati jaket luar serat dengan penari telanjang "tanpa nick".
Potong anggota kekuatan yang terpapar, dan lepaskan lapisan serat. Lapisan
serat dapat dilepas dua cara: dengan merendam serat selama dua menit dengan
pengencer cat dan menyeka serat bersih dengan kain lembut tanpa serat, atau
dengan mengupas serat dengan penari serat dengan hati-hati. Pastikan untuk
menggunakan penari telanjang yang dibuat khusus untuk digunakan dengan serat
daripada penari telanjang kawat logam karena kerusakan dapat terjadi, pelemahan
serat.
c.
Bersihkan
dengan hati-hati serat yang dilapisi dengan alkohol isopropil dituangkan ke
kain lembut dan tidak berserabut seperti Kimwipes. bersihkan serat dengan
tissue kering. Catatan: Gunakan hanya isopropil alkohol murni 99% grade
industri. Isopropil alkohol yang tersedia secara komersial adalah untuk
penggunaan obat dan diencerkan dengan air dan minyak mineral ringan. Kelas
industri isopropil alkohol harus digunakan secara eksklusif.
d.
Konektor
dapat dihubungkan dengan menggunakan epoxy atau crimping. Jika menggunakan
epoksi, isi konektor dengan cukup epoksi untuk memungkinkan manik kecil epoksi
terbentuk di ujung konektor. Masukkan serat bersih dan dilucuti ke dalam
konektor. Cure epoxy sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh produsen
epoxy.
e.
Jangkar
kekuatan kabel anggota ke konektor bodi. Hal ini untuk mencegah stres langsung
pada serat. Geser ujung belakang konektor ke tempatnya (jika ada).
f.
Siapkan core FO untuk mencapai hasil
akhir optik yang bagus dengan membelah dan memoles ujung serat. Sebelum
sambungan dibuat, ujung serat masing-masing harus memiliki kelancaran yang
bebas dari cacat seperti hackles, bibir, dan patah tulang. Cacat ini, serta
kotoran dan kotoran lainnya mengubah pola propagasi geometris cahaya dan
menyebabkan hamburan.
1.4 Eksperimen
1.4.1 Peralatan Eksperimen
Peralatan yang dibutuhkan pada praktikum
modul 1 instalasi terminasi konektor FO, antara lain:
1.
Tang
2.
Cleaver (alat perata permukaan core)
3.
Gunting
4.
LakBan
5.
Tisu
6.
Alhokol
1.4.2 Prosedur Percobaan
-> Tuliskan prosedure atau langkah-langkah instalasi
terminasi konektor untuk :
- FC dengan FC
1. Pertama-tama potong satu kabel serat
optic (KSO) sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai dengan ketentuan.
2. Lalu potong cladding kabel
menggunakan tang potong sekitar 3 cm sehingga terlihat inti core.
3. Buka penutup cleaver dan penahan
kabel serat optic. Dan dorong pisau pemotong ke arah depan.
4. Lalu masukkan kabel dan berikan
batasan untuk cladding pada 10 mm, selebihnya adalah core yang akan dipotong.
5. Tutup penahan kabel dan tutup
cleaver
6. Dorong pemotong ke arah belakang.
7. Setelah core terpotong, bersihkan
sisa core yang masih tersisa di dalam cleaver menggunakan lakban
8. Bersihkan core fiber optic
menggunakan tisu yang sudah diberikan alcohol.
9. Pastikan konektor FC dalam keadaan off
atau tombol kuning pada posisi belakang yang terdapat pada bagian badan
konektor FC
10. Masukkan core kabel FO kedalam konektor
FC
11. Tarik tombol kuning ke posisi depan pada
konektor FC atau konektor FC dalam keadaan on.
12. Hubungkan konektor FC bagian relief boot
dengan bagian badan sampai berbunyi klik
13. Lakukan langkah ke 1 sampai 12 di
ujung yang berlawanan.
-SC dengan SC
1. Pertama-tama potong kabel serat
optic (KSO) sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai dengan ketentuan.
2. Lalu potong cladding kabel
menggunakan tang potong sekitar 3 cm sehingga terlihat inti core.
3. Buka penutup cleaver dan penahan
kabel serat optic. Dan dorong pisau pemotong ke arah depan.
4. Lalu masukkan kabel dan berikan
batasan untuk cladding pada 10 mm, selebihnya adalah core yang akan dipotong.
5. Tutup penahan kabel dan tutup
cleaver
6. Dorong pemotong ke arah belakang.
7. Setelah core terpotong, bersihkan
sisa core yang masih tersisa di dalam cleaver menggunakan lakban
8. Bersihkan core fiber optic
menggunakan tisu yang sudah diberikan alcohol.
9. Pastikan konektor SC dalam keadaan off
atau tombol kuning pada posisi belakang yang terdapat pada bagian sub-assembly
konektor SC
10. Buka ujung konektor SC
11. Masukkan core kabel FO kedalam konektor
SC
12. Tutup ujung konektor SC
13. Tarik tombol kuning ke posisi depan pada
konektor SC atau konektor SC dalam keadaan on.
14. Hubungkan konektor SC bagian relief boot
dengan bagian sub-assembly dengan cara memutar bagian relief boot pada konektor
SC
15. Hubungkan bagian housing pada konektor
SC dengan bagian sub-assembly
16. Lakukan prosedur ke 1 sampai 15 pada ujung yang berlawanan.
- FC dengan SC
1. Pertama-tama potong kabel serat
optic (KSO) sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai dengan ketentuan.
2. Lalu potong cladding kabel
menggunakan tang potong sekitar 3 cm sehingga terlihat inti core.
3. Buka penutup cleaver dan penahan
kabel serat optic. Dan dorong pisau pemotong ke arah depan.
4. Lalu masukkan kabel dan berikan
batasan untuk cladding pada 10 mm, selebihnya adalah core yang akan dipotong.
5. Tutup penahan kabel dan tutup
cleaver
6. Dorong pemotong ke arah belakang.
7. Setelah core terpotong, bersihkan
sisa core yang masih tersisa di dalam cleaver menggunakan lakban
8. Bersihkan core fiber optic
menggunakan tisu yang sudah diberikan alcohol.
9. Pastikan konektor FC dalam keadaan off
atau tombol kuning pada posisi belakang yang terdapat pada bagian badan
konektor FC
10. Masukkan core kabel FO kedalam konektor
FC
11. Tarik tombol kuning ke posisi depan pada
konektor FC atau konektor FC dalam keadaan on.
12. Hubungkan konektor FC bagian relief boot
dengan bagian badan sampai berbunyi klik
13. Ulangi langkah 1-3 pada kabel FO lainnya
14. Masukkan bagian relief boot pada
konektor SC kedalam kabel FO
15. Bersihkan core kabel FO menggunakan tisu
yang sudah diberi alkohol 95%
16. Pastikan konektor SC dalam keadaan off
atau tombol kuning pada posisi belakang yang terdapat pada bagian sub-assembly
konektor SC
17. Buka ujung konektor SC
18. Masukkan core kabel FO kedalam konektor
SC
19. Tutup ujung konektor SC
20. Tarik tombol kuning ke posisi depan pada
konektor SC atau konektor SC dalam keadaan on.
21. Hubungkan konektor SC bagian relief boot
dengan bagian sub-assembly dengan cara memutar bagian relief boot pada konektor
SC
22. Hubungkan bagian housing pada konektor
SC dengan bagian sub-assembly
Daftar Pustaka
[1] Léna, Pierre; François Lebrun, François Mignard (1998). Observational
Astrophysics. Springer-Verlag. ISBN 3-540-63482-7
[2] Conceptual physics, Paul Hewitt, 2002
[3]
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/karakteristik-dan-prinsip-kerja-lampu-tl-fluorescent-lamp/
[4] http://chemtech.org/cn/cn212
[5]
Evhy, Kumalasari. “Laporan Spektral”. 2013. Retrieved from
download game
ReplyDeletedownload software
ahli kunci immobilizer malang
ahli kunci bekasi | ahli kunci jakarta